The Time Keeper

16134222

Judul : Sang Penjaga Waktu (The Time Keeper)

Penulis : Mitch Albom

Alih bahasa : Tanti Lesmana

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Oktober 2012

Hlm : 312 hlm

 

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu diberi kesempatan untuk dapat mengatur waktu? Itulah yang dialami oleh Dor, manusia penemu waktu pertama sekaligus penjaga waktu itu sendiri yang telah ditunjuk oleh Tuhan. Setelah ribuan tahun ditempatkan di sebuah gua yang penuh dengan suara-suara manusia yang meminta sebuah waktu, Dor dikembalikan ke bumi untuk melakukan sebuah misi, menyatukan yang terpilih untuk satu waktu.

“Manusia jarang menyadari kekuatannya sendiri.” hal. 47

Victor Delamonte, orang terkaya ke-14 di dunia ini mengalami kanker ganas dan gagal ginjal, dan tidak ada harapan lagi untuk hidup. Setiap 3 kali seminggu dia harus menjalani cuci darah yang membuatnya muak. Sampai suatu hari ketika sistem krionika menggelitik keinginannya untuk mencoba bertahan hidup, dengan uangnya apapun akan dia lakukan demi satu lagi masa kehidupan.

“Bila kita diberi waktu tak terbatas, tidak ada lagi yang istimewa. Tanpa kehilangan atau pengorbanan, kita tidak akan bisa menghargai apa yang kita punya.” hal. 288

Sarah Lemon, gadis SMA kutu buku, merasa telah menemukan belahan jiwanya pada seorang lelaki bernama Ethan. Tapi saat cintanya bertepuk sebelah tangan, Sarah ingin sekali mematahkan seluruh waktu kehidupannya. Dia hanya ingin terlepas dari waktu…

“…Waktu bukanlah sesuatu yang bisa kau kembalikan. Saat berikutnya mungkin merupakan jawaban atas doamu. Menolaknya berarti menolak bagian yang paling penting dari masa depan.” hal. 274–275

Dan Dor mencoba untuk memperbaiki keadaan dan menyadarkan kedua anak manusia itu sebelum segala hal terlambat untuk disesali…

Mitch Albom, menggabungkan unsur fantasi, science fiction dan life learning dengan sempurna! Jika menurut kalian buku ini hanya sekedar novel biasa, menurutku novel ini bukan buku biasa. Buku ini adalah sebuah kumpulan (atau mungkin bisa disebut jurnal) perjalanan hidup Dor dari masa kanak-kanaknya yang telah menghitung waktu, saat dia ditempatkan di sebuah gua sambil menerima hukumannya, yang kemudian diturunkan ke bumi untuk menolong Victor dan Sarah, hingga dia meninggal berdampingan dengan istrinya, Alli. Roman singkat yang dipadukan dengan nilai-nilai kehidupan membuat buku ini jadi salah satu buku penghantar tidur favoritku.

Selain Dor, ada dua tokoh utama lain yang tidak kalah penting dengan peran Dor di buku ini, Sarah Lemon dan Victor Delamonte. Terlahir di waktu dan masa yang berbeda, Sarah Lemon seorang gadis SMA yang pintar dan Victor Delamonte seorang pengusaha terkaya ke-14 di seluruh dunia, dipersatukan untuk mengajarkan pada mereka bahwa waktu yang mereka miliki dan yang dibatasi oleh Tuhan adalah suatu anugerah yang patutnya dinikmati dan diperjuangkan.

Bahasa terjemahan buku ini mudah dimengerti dan dipahami, meskipun aku juga tidak tahu persis apakah lebih mudah dibaca dalam versi bahasa Inggris atau dalam bahasa terjemahan. Aku suka sekali dengan buku ini dan buku ini cocok untuk dijadikan rekomendasi bacaan yang siap mengantre dibelakang barisan.

“Ada sebabnya Tuhan membatasi hari-hari kita.”

“Mengapa?”

“Supaya setiap hari itu berharga.” hal. 288

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s