[Event] Secret Santa 2013

[Event] Secret Santa 2013

Huaaa~ udah lama gak ikutan event dan biasanya kalo ikutan event aku sering lambos, wkwkwk. Udah lama juga aku gak nulis disini, tapi karena event yang diadakan BBI yaitu Secret Santa 2013 akhirnya aku ikutan deh, huehehehe…

Karena aku lupa sama password akunku di Goodreads akhirnya aku memutuskan untuk menuliskan tentang buku yang ingin aku dapatkan dari seorang Secret Santa ^^ aku sih maunya bukunya Robert Galbraith yang The Cuckoo’s Calling /slapped.

Anyway, aku lagi pengen baca buku Metropop, soalnya aku ikutan challenge Indonesian Romance Reading Challenge 2014 di sini ^^ jadi sekalian aja deh, huehehehe… buku yang mau aku baca kali ini adalah…

PARIS by Prisca Primasari

17212431

Huray!! /\(^o^) (^o^)/\

Entah kenapa akhir-akhir ini suka banget sama hal-hal yang berhubungan sama Paris. Aku mau banget ke Paris, tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat, jadi akhirnya saya memilih buku ini biar meskipun jau sama Paris tapi terasa dekat dihati, hohoho… lagian banyak yang bilang buku ini bagus dan indah (apakah pujian ini begitu berlebihan?).

Buku ini adalah seri pertama dari proyek kolaborasi Setiap Tempat Punya cerita yang digagas ole GagasMedia dan Bukune. Penasaran banget sama buku ini, tipis pula Cuma 214 halaman. Semoga aku bisa dapatkan buku ini ^^ Amien…

Advertisements

Love, Curse & Hocus-Pocus

LCHPCover_zpsac7aaeaa

<< Previous Series

Judul : Love, Curse & Hocus-Pocus

Penulis : Karla M. Nashar

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : II, Februari 2013

Tebal : 416 hlm; 20 cm

ISBN : 978-979-22-8976-3

 

“… Jangan pernah memakai otakmu untuk memutuskan apa yang hati kamu rasakan padanya. You have to feel it. Feel it with your heart. Feel it right there.

Apakah sebuah mimpi amat sangat nyata sampai-sampai kamu bisa merasakannya lagi meskipun telah terbangun dari tidurmu? Dan bolehkah mimpi itu dianggap sebagai sebuah kenyataan yang benar-benar ada? Mungkin saat ini Troy dan Gadis, yang baru saja membuka mata mereka dari mimpi mereka yang aneh, masih belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya mereka ada di ulang tahun BPI yang ke-50 dengan perasaan yang getir akan mengulangi lagi perbuatan mereka yang membuat mereka harus menjadi suami istri dalam mimpi dan dengan perasaan was-was tak dapat menemukan gipsi tua yang telah (atau akan membuat lebih parah) hidup mereka yang jungkir balik setelah peristiwa yang mereka alami bersama dalam mimpi, padahal gipsi tua itu ada didepan mata.

Hidup mereka jadi lebih jungkir balik lagi setelah direktur BPI menugaskan mereka secara langsung untuk berangkat menghadiri sebuah konferensi internasional di London. Awalnya Troy menolak usulan itu, tapi karena Gadis akhirnya mereka berangkat bersama ke London.

Dalam perjalanan transit ke Singapura, mereka bertemu dengan Lucinda, mantan kekasih Troy saat tinggal di Amerika. Awalnya Troy tidak menyadari bahwa Gadis memerhatikan mereka berdua berjalan bersama, tapi akhirnya Troy sadar saat di dalam penerbangan Gadis menggunakan headphone yang tidak tertancap pada music player yang tersedia di tempat duduknya. Dia cermburu, pikir Troy.

Hidup mereka jadi lebih rumit setelah pesawat mereka menuju London mengalami turbulensi ekstrem, mereka pingsan selama sepuluh jam dan mendapati mereka mendapatkan mimpi-mimpi lain yang lebih membuat satu sama lain mempertanyakan perasaan masing-masing. Dan Gadis yang merasa sedih karena telah kehilangan bayi kembarnya bersama Troy, dalam mimpi, memilih untuk menghindari Troy.

Belum lagi saat menghadiri konferensi internasional, Gadis bertemu dengan cinta pertamanya di SMA bernama Putra yang membuat Troy amat merasa marah dan mencoba untuk membuat Putra bermoral buruk di depan Gadis setelah sepuluh tahun mereka tak bertemu. Ditambah lagi dengan lamaran Putra pada Gadis yang meskipun belum disetujui oleh Gadis, tapi telah membuat Troy marah dan memikirkan lagi tentang perasaannya pada Gadis.

Dan yang membuat mereka, Gadis dan Troy, merasa harus menyelesaikan permasalahan tentang mimpi aneh mereka cepat-cepat, adalah mimpi buruk lain yang telah menyusul. Baik Gadis maupun Troy, mereka sama-sama bisa melihat bagian-bagian dalam mimpi mereka secara jelas dalam keadaan sadar seperti hal itu adalah kenangan yang telah lama terjadi dan perlu diingat oleh mereka.

Meskipun mereka adalah musuh, tapi mereka tetap sadar bahwa mereka harus menemukan orang yang bisa mempertanggung jawabkan permainan mimpi aneh mereka. Dan dimulailah perjalan panjang mereka di London…

What the hell? Amat sangat disayangkan seri ini harus berakhir begitu cepat, kenapa nggak diperpanjang seperti cerita Harry Potter dan Robert Langdon saja? Ha-ha-ha! Tapi kalau menurutku jauh lebih tidak dilanjutkan karena pembaca akan lebih merasakan kesan yang mendalam jika mereka bisa melanjutkan sendiri alurnya dengan jalan cerita ciptaan mereka. Toh mereka, Gadis dan Troy, juga akan menikah setelah pulang dari London. Aduh, rasanya seneng bisa menemukan Metropop yang nggak kacangan seperti ini, apalagi membayangkan Kota London membuatku mupeng. Duh, kenapa aku selalu curhat di paragraph pertama? Ha-ha-ha.

Back to review, Karla M. Nashar berhasil lagi membuat cerita mengalir deras, sederas air terjun, ha-ha-ha! Dan dia juga nggak lupa menyelipkan beberapa pelajar berharga untuk para pencari cinta yang membaca novel ini. Seperti kata Lyubitshka di halaman 15,

“… Kita memang melihat kehidupan ini dengan sepasang mata, tapi dengan hatilah kita baru bisa benar-benar menatap apa yang ada di dalam kehidupan ini”

How beautiful it is. Apalagi buat aku yang masih anak sekolahan, yang… ehem! Belum punya pacar maksudnya.  Dan peran Lyubitshka disini amat sangat proporsional, mengingat jalan cerita yang berusaha menjelaskan bahwa, “Cinta bukan ditemukan dengan bantuan peramal cinta atau perantara apapun itu, tapi cinta ditemukan sendiri oleh hati mereka yang merasakan.” (sepemahamanku dalam buku ini sih…) dan yang membuat aku semakin kagum adalah bagaimana Karla M. Nashar mampu membuat cerita dengan tema simple ini punya permainan yang complex didalamnya. Bagaimana Troy dan Gadis bertemu dengan orang di masa lalu mereka, si Lucinda dan Putra. Tapi agak klise juga sih yang bagian si Gadis lupa mencolokkan headphone-nya di pesawat dan ketahuan juga dia nguping si Troy sama Lucinda ngomong. Tapi malu juga sih kalau kita sendiri yang mengalaminya, ha-ha-ha!

Trus di bagian Gwen mencoba menggoda Putra akibat perintah dari Troy itu semacam, klise bangeeeeetttt bo’! bisa ketebak dari waktu Gwen ngedeketin Putra di deket kamar mandi kalau yang nyuruh itu si Troy. Dan ada beberapa jalan ceritanya bisa ditebak kalau kejadiannya bakal seperti ini atau seperti itu. Tapi apa sih masalahnya kalau hal itu tidak akan membuat kamu bosan mengikuti alur ceritanya yang lancar? I mean, not every story that can you predict can make you bored. Seperti kataku, ada dua jenis pemikiran saat sebuah cerita alurnya bisa diraba, kalau tidak membosankan ya menarik. Dan novel ini menarik untuk diiukuti jalan ceritanya. Paham kan readers?* ha-ha-ha!

Dan dalam novel ini, si Troy nggak dibuat lebay lagi sama si penulis, say yoohoo… Meskipun masih sibuk sama outfit yang Troy gunakan, tapi seenggaknya Troy nggak separah waktu di Love, Hate & Hocus-Pocus yang suka bersolek, ha-ha-ha!

Jadi, Cuma mau mengucapkan congratulations buat penulisnya yang sudah membuat aku terpukau sama sosok Troy yang flamboyan! Tapi Gadis juga nggak kalah dramatic kok untuk dijadikan idola di novel ini.

“Love is simple, but most people tend to overanalyze it”

* Kalo nggak ngerti maksudku, tolong pikir sendiri yah, lagi asyik ngedengerin ZELO ngerap, ha-ha-ha! (Maaf banyak ketawa lagi u,u)

 

Love, Hate & Hocus-Pocus

3390251

Next Series >>

Judul : Love, Hate & Hocus-Pocus

Penulis : Karla M. Nashar

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : VI, Januari 2013

Tebal : 264 hlm; 20 cm

ISBN : 978-979-22-8961-9

Percayakah kalian jika dalam sebuah acara yang menyajikan hal-hal mengenai segala sesuatu tentang gipsi tua dengan seluruh jampi-jampinya dan gipsi tua itu mengutuk kalian? Itulah yang terjadi pada Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Dua musuh dari dua divisi berbeda (Marketing dan Humas) Biochell Pharmacy Indonesia atau disingkat dengan BPI adalah karakter yang berbeda, Troy yang sudah lama tinggal di luar negeri, menurut Gadis, adalah sosok yang sudah tercabut dari akarnya, sudah tahu dia adalah orang Indonesia masih saja berlagak seperti orang luar negeri, just like Bule wannabe. Sementara Gadis, menurut Troy, adalah sosok aneh dengan kegemarannya mengenakan hal-hal berbau Indonesia. Nasionalisme sih tinggi, tapi gak harus gitu-gitu juga dong!

Tapi Dynamic Duo yang sudah memecahkan kasus tentang obat terbaru keluaran BPI mengalami kejadian aneh setelah mereka sama-sama menertawakan seorang gipsi tua dengan jampi-jampinya dalam acara ulang tahun BPI yang ke-50. Tiga belas hari mereka habiskan dengan penuh cinta tanpa adanya pertengkaran dan caci maki diantara mereka, seperti hari-hari sebelum mereka menikah, sampai mereka terbangun dengan keadaan bak Adam dan Hawa saat mereka dikeluarkan dari taman surga dalam keadaan sadar dan mengingat  satu sama lain bahwa mereka adalah musuh bebuyutan.

Sampai akhirnya mereka sadar bahwa penyebab keanehan yang mereka alami adalah ulah dari si gipsi tua itu. Tapi saat semua hal berjalan dengan lancar dengan Gadis dan Troy berpura-pura menjadi sepasang suami-istri yang rukun dan sejahtera, sebuah kenyataan pun muncul, Gadis hamil, dan membuat keluarga kecil ini menjadi benar-benar bahagia dengan memulainya dari awal dengan sebuah cinta.

Sampai akhirnya mereka terbangun tepat pukul 06:45 PM di tempat ruang rapat BPI. Dengan keadaan sama-sama belum menikah dan tak ada cincin pernikah yang melingkar di jari manis masing-masing… ARGHHH, CUMA MIMPI BELAKA *^#*&%$~*

Ha-ha-ha! Sudah beberapa bulan sejak terakhir kali aku baca novel Metropop terbitan Gramedia dan sejak itu aku berhenti membaca novel karena disibukkan dengan kegiatan sekolah menuju kenaikan kelas dan aku melewati semua acara membaca buku tahun 2013 ini (Tapi alhamdulillah masuk IPA dan ranking 6) duh gila! Dan pertamanya baca buku ini langsung arghhh… gairah membaca langsung membuncah.

Ok, back to review, buku ini termasuk jenis Metropop yang… siapa sih yang tidak tahu novel Metropop itu ‘sekejam’ apa intriknya disana-sini? Meskipun buku ini sudah terbit sejak tahun 2008, tapi buku ini masih bisa dinikmati karena terbit lagi dengan cover baru, menyesuaikan dengan buku keduanya Love, Curse and Hocus-Pocus. Apalagi buku ini juga tidak ‘sekejam’ novel Metropop lain yang pernah aku baca. Asalkan buku ini masih dibaca oleh anak-anak berusia lebih atau sama dengan 16 tahun.lOVE HATE &hOCUS pOCUS[1]

Buku ini punya alur cerita yang cerdas dengan cerita yang dituliskan oleh Karla M. Nashar terus mengalir. Meskipun bertemakan romance, tapi Karla M. Nashar bisa menyisipkan sedikit kegokilan dalam ceritanya. Tapi ceritanya, seperti cerita-cerita Metropop lainnya, penuh dengan ketidak nyataan jika kita menelisik lebih jauh pada dunia nyata kita saat ini. Dan beberapa bentuk cerita yang sedikit tidak masuk diakal.

Terlalu ‘lebay’ memperlakukan Troy sebagai seorang pesolek dengan kebutuhan dandannya yang melampaui seorang perempuan, kalau saja aku bertemu dengan lelaki yang berperilaku persis seperti Troy, mungkin aku sudah akan menendang tulang keringnya, ha-ha-ha. Dan ada adegan saat Troy dan Gadis berhenti di sebuah rumah makan padang dan Troy bertelanjang dada, lalu Gadis bermain-main dengan Troy sedangkan itu di rumah makan padang! Aneh bin ajaib jalan cerita yang satu ini.

Tapi secara keseluruhan cerita yang disuguhkan mampu menggugah keinginan para pembaca untuk terus membaca buku ini sampai titik darah penghabisan (maksudnya sampa habis gitu…) ha-ha-ha. Dan tidak diragukan lagi, cara penulisan Karla M. Nashar, yang pada dasarnya sudah lama menekuni dunia penulisan, lepas dan tidak kaku apalagi monoton.

Tapi kalau membahas tentang cover, sepertinya lebih bagus cover lama deh, karena cover yang baru ini putih mulus dan jadi mudah kotor, menurutku sih… ha-ha-ha. Lepas dari cover, buku yang satu ini patut untuk dibaca maupun dibaca ulang oleh para penggemar Karla M. Nashar. So, tunggu apalagi?

Note: maaf untuk review pertamaku ini aku terlalu banyak ketawa, ha-ha-ha.