Love, Hate & Hocus-Pocus

3390251

Next Series >>

Judul : Love, Hate & Hocus-Pocus

Penulis : Karla M. Nashar

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : VI, Januari 2013

Tebal : 264 hlm; 20 cm

ISBN : 978-979-22-8961-9

Percayakah kalian jika dalam sebuah acara yang menyajikan hal-hal mengenai segala sesuatu tentang gipsi tua dengan seluruh jampi-jampinya dan gipsi tua itu mengutuk kalian? Itulah yang terjadi pada Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Dua musuh dari dua divisi berbeda (Marketing dan Humas) Biochell Pharmacy Indonesia atau disingkat dengan BPI adalah karakter yang berbeda, Troy yang sudah lama tinggal di luar negeri, menurut Gadis, adalah sosok yang sudah tercabut dari akarnya, sudah tahu dia adalah orang Indonesia masih saja berlagak seperti orang luar negeri, just like Bule wannabe. Sementara Gadis, menurut Troy, adalah sosok aneh dengan kegemarannya mengenakan hal-hal berbau Indonesia. Nasionalisme sih tinggi, tapi gak harus gitu-gitu juga dong!

Tapi Dynamic Duo yang sudah memecahkan kasus tentang obat terbaru keluaran BPI mengalami kejadian aneh setelah mereka sama-sama menertawakan seorang gipsi tua dengan jampi-jampinya dalam acara ulang tahun BPI yang ke-50. Tiga belas hari mereka habiskan dengan penuh cinta tanpa adanya pertengkaran dan caci maki diantara mereka, seperti hari-hari sebelum mereka menikah, sampai mereka terbangun dengan keadaan bak Adam dan Hawa saat mereka dikeluarkan dari taman surga dalam keadaan sadar dan mengingat  satu sama lain bahwa mereka adalah musuh bebuyutan.

Sampai akhirnya mereka sadar bahwa penyebab keanehan yang mereka alami adalah ulah dari si gipsi tua itu. Tapi saat semua hal berjalan dengan lancar dengan Gadis dan Troy berpura-pura menjadi sepasang suami-istri yang rukun dan sejahtera, sebuah kenyataan pun muncul, Gadis hamil, dan membuat keluarga kecil ini menjadi benar-benar bahagia dengan memulainya dari awal dengan sebuah cinta.

Sampai akhirnya mereka terbangun tepat pukul 06:45 PM di tempat ruang rapat BPI. Dengan keadaan sama-sama belum menikah dan tak ada cincin pernikah yang melingkar di jari manis masing-masing… ARGHHH, CUMA MIMPI BELAKA *^#*&%$~*

Ha-ha-ha! Sudah beberapa bulan sejak terakhir kali aku baca novel Metropop terbitan Gramedia dan sejak itu aku berhenti membaca novel karena disibukkan dengan kegiatan sekolah menuju kenaikan kelas dan aku melewati semua acara membaca buku tahun 2013 ini (Tapi alhamdulillah masuk IPA dan ranking 6) duh gila! Dan pertamanya baca buku ini langsung arghhh… gairah membaca langsung membuncah.

Ok, back to review, buku ini termasuk jenis Metropop yang… siapa sih yang tidak tahu novel Metropop itu ‘sekejam’ apa intriknya disana-sini? Meskipun buku ini sudah terbit sejak tahun 2008, tapi buku ini masih bisa dinikmati karena terbit lagi dengan cover baru, menyesuaikan dengan buku keduanya Love, Curse and Hocus-Pocus. Apalagi buku ini juga tidak ‘sekejam’ novel Metropop lain yang pernah aku baca. Asalkan buku ini masih dibaca oleh anak-anak berusia lebih atau sama dengan 16 tahun.lOVE HATE &hOCUS pOCUS[1]

Buku ini punya alur cerita yang cerdas dengan cerita yang dituliskan oleh Karla M. Nashar terus mengalir. Meskipun bertemakan romance, tapi Karla M. Nashar bisa menyisipkan sedikit kegokilan dalam ceritanya. Tapi ceritanya, seperti cerita-cerita Metropop lainnya, penuh dengan ketidak nyataan jika kita menelisik lebih jauh pada dunia nyata kita saat ini. Dan beberapa bentuk cerita yang sedikit tidak masuk diakal.

Terlalu ‘lebay’ memperlakukan Troy sebagai seorang pesolek dengan kebutuhan dandannya yang melampaui seorang perempuan, kalau saja aku bertemu dengan lelaki yang berperilaku persis seperti Troy, mungkin aku sudah akan menendang tulang keringnya, ha-ha-ha. Dan ada adegan saat Troy dan Gadis berhenti di sebuah rumah makan padang dan Troy bertelanjang dada, lalu Gadis bermain-main dengan Troy sedangkan itu di rumah makan padang! Aneh bin ajaib jalan cerita yang satu ini.

Tapi secara keseluruhan cerita yang disuguhkan mampu menggugah keinginan para pembaca untuk terus membaca buku ini sampai titik darah penghabisan (maksudnya sampa habis gitu…) ha-ha-ha. Dan tidak diragukan lagi, cara penulisan Karla M. Nashar, yang pada dasarnya sudah lama menekuni dunia penulisan, lepas dan tidak kaku apalagi monoton.

Tapi kalau membahas tentang cover, sepertinya lebih bagus cover lama deh, karena cover yang baru ini putih mulus dan jadi mudah kotor, menurutku sih… ha-ha-ha. Lepas dari cover, buku yang satu ini patut untuk dibaca maupun dibaca ulang oleh para penggemar Karla M. Nashar. So, tunggu apalagi?

Note: maaf untuk review pertamaku ini aku terlalu banyak ketawa, ha-ha-ha.

 

Advertisements